Penjelasan singkat soal CIPA, asosiasi industri kamera Jepang yang menerbitkan standar pengukuran stabilisasi gambar dipakai hampir semua pabrikan kamera.
CIPA (Camera & Imaging Products Association) adalah asosiasi industri kamera Jepang yang menerbitkan standar pengujian bersama supaya klaim spesifikasi dari pabrikan berbeda bisa dibaca dengan metode yang sama. Salah satu standarnya, DC-011, khusus mengatur cara mengukur dan melaporkan performa stabilisasi gambar -- dinyatakan dalam satuan stop (EV), yaitu berapa kali lipat lebih lama kecepatan rana yang masih bisa dipakai tanpa blur terlihat dibanding tanpa stabilisasi.
Yang sering luput dari perhatian pembaca: angka CIPA hampir selalu diuji dengan kondisi tertentu -- biasanya lensa referensi spesifik pada panjang fokus tertentu, kadang kombinasi bodi + lensa. Dua kamera dengan rating 8 stop belum tentu diuji dengan cara yang identik. Membaca catatan kondisi uji di balik angka itu sama pentingnya dengan angkanya sendiri.
Secara teknis, pengujian dilakukan di atas rig mekanis yang menggetarkan kamera meniru pola guncangan tangan manusia (gerakan yaw dan pitch), memotret target uji berulang di berbagai kecepatan rana, lalu mencari kecepatan rana paling lambat yang hasilnya masih dinilai cukup tajam oleh panel penguji -- dengan dan tanpa stabilisasi aktif. Selisih keduanya, dalam kelipatan dua (setiap 1 stop = kecepatan rana dua kali lebih lambat), itulah angka yang dicantumkan di lembar spesifikasi.