Pertanyaan yang dijawab
Apakah kamera dengan titik/area autofokus lebih banyak otomatis berarti sistem pelacakan subjek yang lebih baik?
Ketiga bodi ini mencantumkan jumlah titik/area AF yang sangat berbeda dalam lembar spesifikasi resminya. Sekilas, angka Canon yang lebih dari 1.000 area tampak jauh mengungguli angka Nikon yang hanya 299 titik -- tapi ketiga pabrikan tidak menghitung "titik AF" dengan definisi yang sama.
Karena definisi "titik" berbeda antar sistem -- Canon menghitung area cakupan Dual Pixel, sementara Sony dan Nikon menghitung titik fase diskret -- ketiga angka ini tidak bisa dijumlahkan atau dirangking langsung sebagai indikator siapa paling unggul. Pembaca yang ingin membandingkan performa pelacakan sesungguhnya perlu mencari data pengujian subjek nyata, bukan hanya angka titik AF di lembar spesifikasi.
Temuan kunci: titik AF bukan satuan yang terstandardisasi lintas pabrikan -- membandingkan angka mentahnya saja berisiko menyesatkan pembaca.
Kenapa hitungannya bisa beda jauh begitu? Canon menghitung "area" karena Dual Pixel CMOS AF II membagi hampir setiap piksel sensornya jadi dua bagian yang masing-masing bisa membaca sinyal deteksi fase -- praktis seluruh permukaan sensor jadi "area AF", bukan titik-titik diskret yang tersebar di lokasi tertentu. Sony dan Nikon melaporkan jumlah titik fase yang lebih tradisional -- lokasi spesifik di sensor yang punya sensor fase terpisah, bukan cakupan penuh piksel.
Deteksi fase (phase-detection) bekerja dengan membandingkan dua citra dari sudut pandang sedikit berbeda untuk langsung menghitung arah dan jarak fokus perlu digeser -- makanya cepat. Deteksi kontras (contrast-detection) bekerja dengan menggeser fokus maju-mundur sambil mengukur ketajaman tepi gambar, mencari titik kontras tertinggi -- lebih akurat di kondisi tertentu tapi biasanya lebih lambat. Kombinasi keduanya (hybrid AF), yang dipakai ketiga kamera ini, memakai fase untuk gerak cepat dan kontras untuk konfirmasi akhir.
Yang benar-benar menentukan kualitas pelacakan subjek di lapangan lebih banyak ditentukan oleh algoritma pemrosesan -- seberapa baik software mengenali & mengikuti mata/wajah/objek spesifik, seberapa cepat prosesor gambar bisa menghitung ulang posisi tiap frame, dan seberapa mulus sistem menangani subjek yang keluar-masuk halangan -- dibanding sekadar berapa banyak titik/area mentah yang tercantum di lembar spesifikasi.